About Us

Fabrikasi  Logam adalah suatu proses produksi logam yang meliputi antara lain rekayasa (  perancangan  ), pemotongan, pembentukan, penyambungan, perakitan atau pengerjaan akhir.
Bahan yang digunakan dalam proses fabrikasi logam antara lain :
1. Pelat Tipis ( Sheetmetal )
Pelat tipis biasanya tersedia dalam bentuk lembaran dan gulungan ( rol ) dengan ketebalan antara 0,25 sampai 3,0 mm dan lebar antara 150 mm sampai 1500 mm.Di pasar Indonesia tersedia adalah logam dengan lebar  900 mm, 100 mm, dan 1200 mm.

2. Pelat Tebal
Pelat tebal tersedia dengan ketebalan antara 3,0 sampai 18,0 mm dengan lebar yang bervariasi, yaitu antara 900 mm sampai 3000 mm.

3. Pelat Strip atau Pelat Batangan
Pelat strip tidak selebar pelat tipis atau tebal, tetapi tersedia dengan sudut atau sisi yang siku dan ridius dengan lebar antara 10,0 mm sampai 30,0 mm seta tebal antara 3,0 sampai 12,0 mm.

4. Besi Siku
Besi siku adalah baja profil yang di bentuk melalaui proses pengerollan .Dalam perdagangan tersedia besi siku dengan lebar kedua sisi siku yang sama dan ada yang tidak sama.

5. Besi Beton
Besi beton dalam perdagangan dapat berupa kawat sampai dengan batangan yang berdiameter besar

6. Pipa atau Baja Profil
Pipa atau baja profil dibuat melalui proses rol dan tarik untuk di bentuk menjadi berpenampangan segi empat, segi panjang dan pipa bulat dengan panjang yang beragam antara lain : 4 meter dan 6 meter.

B. Macam – Macam Proses Fabrikasi Logam
1. Pemotongan ( Cutting )
Proses pemotongan adalah proses yang paling dasar untuk di lakukan, baik pada awal proses atau akhir proses. Proses pemotongan dilakukan dengan berbagai jenis alat atau mesin potong logam anatara lain :
- Mesin Potong
Mesin potong di gunakan untuk memotong lurus plat yang panjang. Keuntungan penggunaan mesin potong ini adalah lebih cepat dan presisi sedangkan kerugiannya keterbatasan panjang pemotongan sangat tergantung pada ukuran mesin dan hanya dapat memotong plat.
- Gerinda Potong
Gerinda potong berputar dengan kecepatan tinggi, digunakan untuk pemotongan ringan baik padat maupun berongga. Kemampuan potongnya sangat terbatas tergantung pada posisi penjepitan benda kerja dan diameter batu gerinda.
- Gergaji Mesin
Gergaji ini di gunakan untuk memotong bahan padat atau pejal atau pipa tebal ( bahan berongga ).

2. Penekukan ( Buckling )
Penekukan adalah sebuah proses yang sering digunakan dalam dunia proses fabrikasi agar sesuai dengan bentuk dari rancangannya yang berkaitan dengan fungsi dan tujuan benda itu dibuat.

- Mesin yang biasa di guanakan adalah mesin pres ( Press Brake ), mesin pres ini digunakan untuk membengkokan atau menekuk pelat yang relatif tebal, membentuk radius, pelengkungan awal sebelum dirol dan pembentukan kerucut serta pengerjaan sulit lainnya.

3. Pelipatan ( Folding )
Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, mesin tekuk telah berkembang sedemikian rupa, mulai dari yang di operasikan secara manual sampai dengan yang di operasikan secara otomatis, Ada tiga tipe mesin lipat yang umum di pakai pada pekerjaan fabrikasi, yaitu :
- Mesin Lipat Bangku atau Terbatas ( Bench / Adjustable Folder )
Digunakan untuk melipat pelat – pelat tipis secara cepat dan presisi. Mesin ini bekerja secara serentak antara menjepit benda kerja dan melipat. Cocok untuk pelipatan tunggal dan ganda, termasuk untuk- membuat bentuk U.

- Mesin Lipat Universal ( Cramp Folder )
Mesin lipat tipe ini mampu melipat antara 1 meter – 2,4 meter dengan ketebalan 0,4 mm – 2,0 mm serta dengan sudut tekuk mencapai 135 derajat.

- Mesin Lipat Kotak ( Box and Pan Brake )
Prinsip penggunaan mesin lipat kotak relatif sama dengan mesin lipat universal. Mesin lipat kotak mempunyai sepatu tekuk dengan berbagai ukuran dan dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan atau ukuran kotak yang akan di buat.

4. PENGEROLLAN ( Rolling )
Pengerollan juga di kenal dalam proses fabrikasi, yaitu proses pembentukan yang di berlakukan untuk material jenis pelat dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.

5. DEEP DRAWING
Deep drawing atau biasa disebut drawing adalah salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana bentuk umumnya berupa silinder dan selalu mempunyai kedalaman tertentu, sedangkan definisi menurut P.C  Sharma seorang profesor Production Technology, Drawing adalah Proses Pembentuakan logam dari lembaran logam ke dalam bentuk tabung.

6. BLANKING
Adalah proses pemotongan bahan logam tanpa pembentukan beram ( Chip ) tanpa menggunakan pemanasan atau pembakaran ( burning ) atau peleburan atau pencairan ( melting ).

7. BLENDING
Blending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan – perubahan luas permukaan.
Blending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.